Rabu, 16 Juni 2010

alamat majalah ummi

Terbit: Sejak April 1989

Penerbit: PT. INSAN MEDIA PRATAMA

SIUPP: No. 558/SK/Menpen/SIUPP/ 1998 Tanggal 25 September 1998


Pemimpin Umum: Dwi Septiawati

Sekreta­ris Redaksi: Meilis Sawitri

Redaktur Pelaksana: Rahmi Rizal

Redaktur: Rosita, Aini Firdaus

Reporter: Firda Kurnia, Ratna Kartika, Didi Muardi

Kontributor: Herlini Am­ran, MA., Heru Susetyo, SH., Tate Qomarudin, Lc., Sinta Santi, Lc., Sri Rahmawati, Psi, Ira Puspadewi, dr. Dewi Inong Irana, SpKK., Ahmad Kusyairi Suhail, MA., Ust. Musyaffa, Lc., DR. Ir. Sugiyono, M.AppSc., Asmawati, S.Sos., Ahmad Gozali, Nina M Armando, Vieny M.A,


Pra Cetak: Ahmad Topik Ilustrasi/Artistik: Ahmad Fauzi

Iklan dan Promosi: Yani Pelita Sari, Sherry Dahlia, Gandari Y, Mawadah,

Administrasi dan Keuangan: Pulung Erawan, Yuliana Hermawati, Purnama, Eka Puja Linuih,

Sirkulasi dan Distribusi: Nur Hamzah Bakri, Rudi Haryadi, Supriyadi, Dedi Setiawan

Penagihan: Ovi Alamsyah

SDM & Umum: Meutia Geumala, Satiri Hasan, Marga P

TI: Rizqul Akbar


Alamat Redaksi/Tata Usaha/Pemasaran:

Jl. Mede No. 42 A Utan Kayu Jakarta Timur 13120 Telp: (021) 8193242 (Hunting), Fax: (021) 8580569 E-mail Redaksi: kru_ummi@yahoo.com E-mail Iklan: iklanummigroup@yahoo.com


Percetakan:

PT. Dian Rakyat, Jakarta, Isi di luar tanggung jawab percetakan


Redaksi menerima naskah/surat, tulisan pembaca,

Ketik spasi rangkap ukuran folio, lampirkan foto copy identitas yang masih berlaku, naskah tidak dikembalikan


Senin, 14 Juni 2010

cara upload pdf

Postingan ini sebagai respon dari pertanyaan kawan kita, meganet, tentang bagaimana menyisipkan file PDF dalam posting Blogger. Ada trik untuk itu. Kita membutuhkan layanan dari pihak ketiga. Dalam hal ini saya memberi contoh dengan menggunakan layanan dariScribd.com. Semoga ini juga berguna buat
teman-teman yang lain. Ok, Mari ikuti langkah-langkah berikut ini:

1. Kunjungi websitewww.scribd.com
2. Klik Sign Up untuk mendaftar, Masukkan data diri Anda.
3. Masuk ke akun e-mail Anda. Buka e-mail dari Scribd berjudul "Verify your e-mail address", klik link yang
tersedia dan loginlah
4. Pada Step 1 - Choose Documents to Upload, klik browse untuk memilih dokumen PDF Anda di komputer,
Klik "Upload"
5. Pada halaman "Describe Your Document", isilah isian dari judul dokumen hingga keywordnya, klik "Save"
6. Selanjutnya pada halaman "Share Your Document", gulung halaman ke bawah, pada pilihan "Share This
Document", klik button" Embed Code"
7. Masuk ke Akun Blogger Anda.
8. Klik "Buat Entri", klik Tab "Edit HTML", masukkan kode dari Scribd tadi dengan menekan Ctrl + V
9. Hasilnya, dokumen PDF Anda akan termuat dalam postingan Blogger Anda. Anda tinggal menerbitkan
entri/postingan Anda.
Jika masih ada yang mau ditanyakan silahkan tinggalkan pertanyaa

Minggu, 13 Juni 2010

cerpen 2

PENGALAMAN ADALAH GURU YANG TERBAIK

Di suatu daerah tepatnya di Yogyakarta ada pemuda yang sangat beruntung. Pemuda itu ganteng, anak tunggal, orang tuanya kaya, tinggi, putih, pokoknya idaman para wanita marerialistis. Tetapi satu kekurangannya yaitu kurang hati-hati atau ceroboh.
Pemuda itu namanya Doni. Dia mempunyai orang tua yang kaya, tetapi sudah sakit-sakitan, karena sudah lanjut usia. Orang tua Doni bernama Raharja. Doni adalah ahli waris satu-satunya dari Pak Raharja. Pak aharja adalah seorang yang kaya. Dia termasuk 10 orang terkaya di Yogyakarta. Istrinya sudah lama meninggal karena terkena kangker otak.
Dan pada suatu hari karena sakitnya tidak sembuh-sembuh, Pak Raharja menyuruh supirnya untuk memanggil Doni yang sedang kuliah di kampus untuk segera pulang karena Pak Raharja merasa tidak lama lagi hidupnya.

“Tarjo tolong panggilkan Doni anakku di kampus, katakan pada dia untuk segera pulang kalau masih ingin melihat bapak untuk yang terakhir.”suruh Pak Raharja kepada supirnya sambil nafasnya terputus-puts.

“Inggih Pak” jawab supir Pak Raharja.
Pada waktu bersamaan di kampus, Doni sedang dikerubutin cewe-cewe kampus karena kegantengannya. Ada saja cewe yang ndeketin, entah itu nanyaiin tugas kampus, merayu, ngegosip, pokoknya ada saja alasan cewe-cewe kampus untuk ndeketin Doni.

“Doni yang ganteng makan di kantin yuk”ajak teman sekelas Doni yang centil.

“Ayo”jawab Doni sambil merangkulkan tangannya ke leher Tiara.

Doni tidak menolak , karena dia juga termasuk cowo play boy alias cowo mata keranjang dikampusnya. Dia juga terkenal sebagai seorang yang suka menghambur-hamburkan uang yang entah itu untuk mentraktir teman, judi, ke diskotik, dan banyak yang lainnya.

“Doni, mau makan apa?” tanya tiara yang tetap dengan gayanya yang centil.

“Soto”jawab Doni

“Minunya?”tanya tiara masih dengan gaya yang sama.

“soda aja deh” jawab Doni

Pada waktu Tiara dan Doni baru makan, datanglah Tarjo dengan tergesa-gesa menghampiri Doni.

“Den Doni, den Doni.”sapa Tarjo dengan terengah-engah

“Ada apa pak?kok datang ke sini segala, udah datangnya kaya orang mau mati aja.”tanya Doni kepada Tarjo yang kaget dengan kedatangan supir bapaknya.

“Ini den, saya disuruh bapak aden untuk meminta aden pulang”kata Tarjo dengan nada sedih.

“Katanya, aden disuruh untuk segera pulang kalau mau melihat bapak aden untuk terakhir kalinya, begitu bapak aden bilang.”lanjut Tarjo.

“Apa pak?” tanya Doni sambil berdiri dari kursinya

“Tiara abang pulang ya”Kata doni pada Tiara dan langsung pergi bersama Tarjo tanpa menunggu jawaban Tiara.

Doni dan Tarjo pulang bersama menuju rumah pak Raharja yang sedang kritis dengan mobil BMWnya
Setelah sampai di rumah.

“Bapak”Teriak Doni yang langsung masuk menuju kamar bapaknya.
Di kamar Pak Raharja sudah penuh dengan peralatan medis dari rumah sakit paling terkenal di Yogyakarta. Di situ juga sudah penuh dengan kerabat Doni. Ada pamannya, bibinya, dan para tetangganya

“Doni anakku”kata Pak Raharja dengan nafas terputus-putus.

“Iya ayah, saya anakmu di sampingmu”kata Doni dengan nada sedih.

“Ayah mau bicara.” sambung Pak Raharja dengan suara dan nafas yang semakin terputus-putus., sehingga membuat Doni semakin bertambah sedih.

“Sudah ayah jangan banyak bicara dulu, nanti Ayah tambah sakit.” sambung Doni dengan nada yang semakin sedih.

“Tidak anakku, ayah ingin bicara kepadamu, dan ini mungkin merupakan pembicaraanku dengan kamu yang terakhir” kata pak Raharja dengan nafas yang tersendat-sendat.

“Kamu kan anak saya satu-satunya, kamu adalah pewaris tunggal harta saya sehingga kamu harus dapat mengembangkan usaha Ayah, jangan dihambur-hamburkan, uhuk-uhuk”sambung Pak Raharja dengan terbatuk-batuk

“Iya Ayah “ kata Doni

“Apakah kamu sanggup mengabulkan permintaan terakhir Ayahmu? uhuk-uhuk”Tanya pak Raharja kepada Doni dengan batuk-batuk.

“Sanggup ayah.”jawab Doni sambil meneteskan sedikit air mata

Setelah mendengar jawaban Doni Pak Raharja menghembuskan nafas terakhir dengan dibarengi tetesan air mata dari Doni pamannya, bibinya, dan para tetangganya. Rumah Pak Raharja pada saat itu didatangi orang banyak untuk berta’ziah, karena Pak Raharja pada masa hidupnya terkenal sebagai orang yang baik, rajin beribadah, dan juga dermawan. Orang-orang yang datang ke tempat pak Raharja memberi ucapan bela sungkawa ke Doni, paman, dan bibi Doni. Doni menyambut para peta’xiah dengan hati yang muram
Setelah tiga hari pemakaman Pak Raharja datang kepercayaan Pak Raharja almarhum menemui Doni untuk menyerahkan aset-aset Pak Raharja yang bernilai milyaran rupiah.

“Permisi”kata Darno, kepercayaan ayah Doni.

“Ya, ada apa pak.”tanya Doni sambil membuka pintu.
“Saya boleh masuk?”tanya darno kepada Doni.
“Ya, silahkan masuk.”kataDoni.
“terimakasih”kata Darno.
“Saya ini orang kepercayaan ayah anda, Pak Raharja almarhum. Saya mau menyerahkan aset aset ayah anda, beserta surat-surat tanah miliknya.”Pak Darno memperkenalkan diri kepada Doni.
“Ohya pak, terimakasih.” sambung Doni.
setelah serah terima aset yang bernilai milyaran rupiah itu selesai, pak Darno langsung minta pamit pada Doni. Setelah itu Doni bukannya senag mendapatkan warisan yang bernilai milyaran rupiayah tetapi sebaliknya, dia dilanda kebingungan dalam menggunakan aset tersebut. Doni bingung karena tidak tahu-menahu urusan bisnis bapaknya. Di waktu bapaknya masih hidup dia tidak pernah mau diajak untuk ikut serta mengurusi bisnis ayahnya, kerjanya cuma main wanita, ke diskotik, minum-minuman keras, berjudi, dan lain sebagainya. Dia tidak pernah secuilpun mengurusi bisnis ayahnya. Apalagi di kampus dia tidak benar-benar kuliah.
Lalu tibalah saatnya setelah dua hari Doni mengalami kebingungan karena tidak tahu harus diapakan aset yang nilainya milyaran rupiah itu. Pada saat itu datang seorang petugas bank, ke rumah Doni.
“Permisi”ucap Bambang, petugas bank.
“Iya ada apa? Tanya Doni sambil membuka Pintu.
“boleh saya masuk?” tanya Bambang
“Silahkan” kata Doni.
Setelah dipersilahkan masuk, kemudian Doni mempersilahkan Bambang duduk.
“Iya, silahkan duduk, ada apa?” tanya Doni sambil mempersilahkan duduk.
“Terimakasih”kata Bambang
“Begini sauadra, nama saya Bambang”petugas Bank Tabungan Atas.
(BTA). Bank saya mempunyai produk menarik untuk anda.”sambung Bambang.
“Ohya, apa itu?” tanya Doni dengan senang kepada Bambang karena berpikiran telah menemukan solusi untuk aset-asetnya.
“Ini saudara, ohya saudara siapa?” tanya Bambang kepada Doni.
“Saya Doni.”jawab Doni dengan antusias.
“Begini saudara Doni, bank kami mempunyai produk menarik, yaitu tabungan dan deposito berjangka. Bank kami menawarkan produk yang berbeda dengan produk bank lain.” jelas Bambang dengan penuh daya tarik.
“Ohya apa itu?” tanya Doni yang semakin antusias.
“Begini saudara, bunga di bank kami berbeda dengan bank yang lain, yaitu sebesar dua puluh persen perbulan.” jelas Bambang dengan nada bicara yang semakin menarik.
“Ohya?” respon Doni dengan yang semakin senang karena berpikiran dengan aset yang milyaran jika dialokasikan/disimpan di (BTA) yang ditawarkan Bambang akan berlipat ganda tanpa harus bekerja dan pusing-pusing memutar otak untuk memberdayakan aset tersebut. Dan dia berfikiran dapat mengulangi gaya hidup bersenang-senang sewaktu ayahnya masih hidup dan ia lupa akan wasiat ayahnya untuk menjaga asetnya dengan baik.
“Kalau bapak/ saudara tertarik dengan produk bank kami, besok kami akan datang kembali dan membawa formulir serta surat-surat yang lain serta administrasinya.” tambah Bambang.
“Ohya, saya tertarik, saya akan menyiapkan aset-aset saya untuk diinvestasikan di bank bapak.” jelas Doni dengan penuh semangat.
“Oke, kalau begitu saya pamit dulu untuk mempersiapkan surat-suratnya.” kata Bambang sambil berpamitan pada Doni
Keesokan harinya Pak Bambang datang lagi ke rumah Doni dengan membawa berkas-berkas administrasi untuk mengurusi deposito Doni yang bernilai milyaran rupiah. Setelah urusan administrasi Bank Tabungan Atas (BTA) selesai, Doni merasa gembira karena kebingungannya telah teratasi. Dan dia dapat memulai aktifitas seperti pada waktu ayahnya masih hidup. Sambil menunggu turunnya bunga dari hasil depositnya di bank BTA. Setelah tiba waktunya pengeluaran bunga depositonya di bank. Ternyata banknya masih tutup, dan celakanya ada tulisan”bank ini telah di likuidasi, karena surat ijinnya tidak lengkap.” Setelah Doni membaca tulisan itu Doni langsung pingsan. Kebetulan ditempat itu ada tetangganya yang sedang lewat dan mengantarkan Doni ke rumahnyal. Setelah sampai di rumahnya dan dia merasa sedih, karena sembilan puluh persen dari hartanya telah hilang, karena dibawa oleh pemilik bank yang tidak bertanggung jawab. Doni terus mengalami kesedihan yang berkepanjangan. Kerjanya hanya ke diskotik, mabuk. Dan selama itu hanya menghabiskan sisa kekayaanya itu yang tinggal sepuluh persen sejak tertipu oleh bank. Tanah warisan, usaha, pokoknya aset-aset yang tersisa dijual untuk mabuk-mabukkan, hingga suatu hari sewaktu Doni sedang mabuk di diskotik dan mau beranjak mau pulang dia bertemu dengan Siska teman sekampusnya dulu. Sekarang Siska sudah menjadi seorang yang kaya dengan bisnis proerti yang sedang menanjak. Sejak dulu Siska, sudah menaruh hati kepada Doni karena gantengnya. Karena dulu banyak wanita yang mendekati Doni, jadi dia kalah dalam persaingan memperebutkan Doni. Hal tersebut disebabkan disamping dirinya kurang sederajat dalam hal ekonomi, juga karena Siska kurang cantik jika dibandingkan dengan saingannya dalam perebutan itu. Tapi ia sekarang masih menaruh hati kepada Doni. Dan ketika Siska melihat Doni di diskotik sedang sendirian dia langsung menghampirinya.
“Hai Doni, apa kabar?” sapa Siska pada Doni.
“Yah, beginilah seperti yang kau lihat.”jawab Doni dengan muka lesu.
“kalau kamu bagaimana sekarang? tampaknya sudah jadi orang berhasil”tanya Doni kepada Siska, sambil memandang sekujur tubuh Siska.
“Kebutulan, usaha properti saya sedang bagus.”jawab Siska dengan tersenyum.
“Kamu mau pulang?” tanya Siska kepada Doni.
“Iya.”jawab Doni.
“Kalau bigitu, bareng aja yuk.” ajak Siska pada Doni.
“Terimakasih, gak usah repot-repot.”tolak Doni.
“Tidak apa-apa, kan rumah kamu searah dengan rumahmu.”desak Siska pada Doni
“Yah terserah.” jawab Doni.
Keduanya lalu pulang bersama. Selama diperjalanan Doni menceritakan kepada Siska tentang semua musibah yang menimpanya. Dan Siska merasa kasihan. Selama seminggu kemudian karena Siska sering datang ke rumahnya, makan bareng, ke diskotik bareng, akhirnya mereka menikah. Pernikahan mereka dilaksanakan secara meriah dengan menyewa hotel yang termahal di Yogyakarta setelah Doni tinggal di rumah Siska. Hari-hari dilalui Doni bersama istrinya dengan bahagia. Namun kemudian Doni merasa tidak enak. Karena istrinya bekerja tetapi dirinya hanya duduk di rumah dan menunggu istrinya pulang. Karena dirinya merasa bahwa laki-laki harus bekerja, maka dia setelah itu berusaha mencari pekerjaan. Padahal istrinya juga tidak memaksa dia untuk mencari pekerjaan bahkan dia menawarkan Doni suaminya untuk ikut mengembangkan bisnis properinya tetapi Doni menolak tawaran istrinya, karena merasa kurang mampu dalam bidang itu.
“Maaf istriku, bukannya aku tidak mau bergabung dengan usahamu, tapi saya tidak mampu dibidang itu, dan saya ingin usaha sendiri”kata Doni kepada istrinya..
“Ya sudah terserah mas saja, yang penting nanti kalau terus tidak mendapat usaha lain saya masih menerima mas untuk bergabung, di bisnis properti saya.” kata istrinya.
“Terimakasih istriku.” sambung Doni.
Setelah mencari-cari pekerjaan tidak mendapatkan, akhirnya datanglah seorang seles MLM yang bernama Iqbal.
“Permisi.” kata Iqbal sambil mengetuk pintu rumah Doni.
“Ya, tunggu sebentar.” kata Doni yang baru saja membaca koran langsung membuka pintu..
“Selamat siang pak.” kata Iqbal
“Selamat siang, ada apa ya?” tanya Doni.
“Kami ingin menawarkan sesuatu, boleh saya masuk?”kata Iqbal dengan sopan santun.
“ya, silahkan.” Kata Doni yang lupa akan peristiwa dahulu yang pernah menimpanya langsung mempersilahkan masuk.
“Silahkan duduk.” Kata Doni.
“Terimakasih.” Sambung Iqbal.
“Begini pak saya dari perusahaan Multi Level Marketing (MLM) di bidang pertanian” Jelas Iqbal.
“Perusahaan kami menawarkan jasa investasi dibidang pertanian, seperti ; pupuk, bibit, dan lain-lain, dengan komisi yang tinggi.” Tambah Iqbal.
“Jadi bapak tidak perlu susah-susah bekerja, hanya cukup berinvestasi dan perusahaan kami yang mengelolanya, serta tiap bulan nanti bapak mendapat komisi dari keuntungan perusahaan kami.
“Ohya”kata Doni dengan semangat karena akan merasa mendapatkan penghasilan sendiri dan tidak lagi bergantung lagi pada istrinya.
“Ok, kalau bapak berminat besok pagi kami akan kembali lagi ke rumah bapak untuk mengurus investasi bapak.” Jelas Iqbal.
“Iya-iya saya berminat.”kata Doni.
“Ok, kalau begitu.”kata Iqbal.
Dan pada malam harinya sewaktu di ruang keluarga Doni membicarakan itu kepada Siska.
“Istriku kaena mas akan bisnis sendiri, tolong pinjami modal dong.” Rayu Doni.
“Ya syukur mas, nanti ku ambilkan dulu.” kata Siska yang langsung mengambil uang dari kas propertinya dan memberikannya kepada Doni suaminya tanpa menanyakan bisnis apa yang akan digeluti oleh suaminya. Hal itu terjadi karena terlalu sayangnya Siska kepada suaminya.
Dan keesokan harinya sels MLM yang kemarin ke rumah Doni datang kembali ke rumah Doni. Investasipun dilaksanakan. Setelah satu bulan Doni mengecek ATMnya. Pada waktu itu memang saldo di ATMnya bertambah. Dan kejadian itu dibicarakan pada istrinya dan istrinya ikut bahagia.
Namun pada seminggu kemudian Doni mendapat telphon dari pihak MLM untuk menyetor uang lagi dengan alasan untuk meningkatkan jumlah komisi dan dijanjikan bahwa komisi pada bulan berikutnya akan meningkat dua kali lipat jika dibandingkan bulan sebelumnya. Kemudian Doni seperti biasa meminjam uang lagi pada istrinya.
“Istiku sayang saya pinjam uangnya lagi untuk menambah modal.” Kata Doni kepada istrinya.
“Sebenarnya bisnis apa sih kok pinjam terus?” Tanya Siska kepada suaminya.
‘Multi Level Marketing.”kata Doni kepada istrinya.
“Apa MLM?”tanya Siska dengan kaget
“Kalau saya tahu bisnis mas MLM, saya tidak akan meminjamkan.”bantah Siska kepada suaminya.
“Tolonglah istriku sayang, sekali ini saja, lain kali tidak.”bujuk Doni pada istrinya.
“Ya sudah, tapi nanti kalau pinjam lagi tidak saya pinjami.”kata Siska pada suaminya.
“Iya.” Kata Doni pada istrinya dengan senang, karena rayuannya telah berhasil.
Istrinya langsung mengambil uang dari almarinya yang juga merupakan kas dari hasil usaha propertinya.
Setelah itu usaha properti Siska mulai sepi dari pelanggan dan uang kasnya mulai habis karena untuk keperluan usaha propertinya seperti menggaji karyawan, beli peralatan properti dan lain sebagainya. Sampai-sampai istrinya pada suatu malam membicarakan kondisi usaha propertinya pada suaminya.
“Mas, kondisi usahaku mulai payah.”keluh Siska pada suaminya.
“Memang ada apa sIh.” Tanya Doni pada istrinya sambil duduk di ruang tamu.
“Pelangganku mulai berkurang dan uang kasku mulai habis.”tambah Siska.
“Jangan khawatir, besok kalau komisi usaha mas sudah turun, nanti akan ku bantu usaha mu.” Kata Doni pada istrinya dengan penuh rasa yakin.
“Betul ya mas.” Tegas Siska pada suaminya..
“Iya-iya, kalau begitu ayo kita tidur jangan dipikirin terus, nanti cepet tua.” Kata doni dengan genit pada istrinya..
Dan pada tanggal satu, yaitu tanggal dijanjikan komisinya akan tiba, Doni sepeti biasa mengecek ATMnya dan pada waktu dia mengecek ATMnya ternyata isi ATMnya tidak bertambah. Pada waktu itu dia sangat kaget dan dia merasa tertipu sehingga dia teringat kembali kejadian yang dahulu, saat tertipu oleh bank. Kemudian dia tidak pikir panjang lagi, dia langsung pergi menuju kantor MLM itu. Setibanya di sana, dia menemui tempat itu telah berganti menjadi toko bangunan. Dengan rasa kaget dia langsung bertanya pada pemilik toko bangunan itu.
“Pak, bekas kantor di sini pndah kemana ya?” Tanya Doni pada pemilik toko bangungan.
“Saya tidak tahu pak, saya menyewa tempat ini dua minggu yang lalu.
“kata pemilik toko tersebut.
Mendengar jawaban itu, Doni langsung pulang dan pada saat dia pulang ke rumah dia mendapatkan istrinya sudah berada di rumah, tidak biasa istrinya siang-siang sudah ada di rumah, biasanya dia ada di rumah sore atau malam hari.
“Istriku kok tumben kamu sudah ada di rumah.”tanya Doni pada istrinya.
“Iya usaha lagi sepi, mendingan saya pulang siapa tahu komisi mas, sudah turun.” kata Siska pada suaminya.
“Oh.”sambung Doni
“Apakah sudah turun komisinya mas?” tanya istrinya dengan penuh harap.
“Belum istriku, dan saya sedang terkena musibah istriku.”kata Doni pada istrinya.
“Musibah apa?” tanya Siska pada suaminya.
“Ternyata aku tertipu istriku, MLMnya telah kabur.” Kata Doni dengan nada lesu.
“Apa?” teriak Siska dengan kaget.
“Iya”jawab Doni pada istrinya.
“Ya sudah mas, kalau begitu ambil saja pengalaman ini sebagai guru yang terbaik bahwa semua pekerjaan membutuhkan kerja keras, tidak ada pekerjaan yang hanya menunggu keuntungan saja.” Jelas Siska seraya menasihati kepada suaminya.
“Terus bagaimana istriku untuk seteusnya?” tanya Doni pada istrinya.
“Begini saja, saya akan menjual usahaku pada orang, kebetulan tadi ada orang menawar. Saya tadi tidak mengiyakan karena mengharapkan bantuan dari mas. Dan ternyata mas juga terkena musibah, ya sudah nanti uang hasil penjualan itu kita pergunakan untuk membuka warung makan kecil-kecilan.” Jelas istrinya pada suaminya.
“ya sudah, saya menurut saja padamu, tapi nanti yang masak siapa? Saya tidak bisa masak.” Tanya Doni pada istrinya”\.
“Oh jangan khawatir mas, kebetulan pada waktu kuliah saya sempat kursus masak.”kata Siska.
‘Okelah kalau begitu, mudah-mudahan berhasil.’ Kata Doni.
Kemudian setelah Siska menjual usaha propertinya pada seseorang, kemudian dia bersama suaminya membuka warung makan lesehan seperti yang sedang marak di Yogyakarta. Karena mahasiswa di Yogyakarta betamah banyak dari tahun ke tahun dan lesehan Siska dan suaminya mempunyai ciri khas dan enak, maka banyak diminati oleh mahasiswa dari seluruh universitas di Yogyakrta. Karena banyaknya pelanggan sehingga Siska dan suaminya merekrut banyak pegawai dan membuka tiga cabang di dekat tiga universitas terkenal di Yogyakarta. Dan akhirnya Siska dan Doni suaminya hidup bahagia dan berkecukupan karena berkeyakinan bahwa pengalaman adalah guru yang terbaik serta berharap tidak akan mengulangi kejadian yang telah lalu yang hampir membuatnya jatuh miskin.



cerpen

BAGAI BERGAUL DENGAN
PENJUAL PARFUM
Oleh: Agung Prayoga*

Di suatu SMA di kota Malang ada seorang yang bernama Ayub. Dia adalah siswa kelas tiga SMA semester satu jurusa IPA. Dia berasal dari Salatiga dan di Malang tinggal di rumah kos. Karena disuruh orang tua, dia jadi sekolah di Malang. Maksud orang tuanya agar dekat dengan kakaknya karena kakaknya juga kebetulan sedang kuliah di Malang. Dia sejak kelas satu SMA telah mempunyai banyak teman bahkan telah mendirikan geng yang diberi nama geng Ayub. Geng Ayub beranggotakan Ayub sebagai ketua, kemudian Doni, Amar, Iqbal, hajir, dan haris. Pada suatu pagi di taman sekolah mereka sedang asyik membicarakan tentang ujian Nasional yang akan dilaksanakan kurang lebih delapan bulan lagi.
“Hai bro, gimana kita nih?sebentar lagi Ujian Nasional.” Kata Ayub, seraya membuka percakapan dengan anggota gengnya.
“Ah masih jauh man.” Celetuk Iqbal.
“Benar-benar.” Kata teman-teman Ayub hampir bersamaan.
“Ah bagaimana sih kalian, bukannya kalian semua ingin lulus?” Sahut Ayub dengan ketus kepada anggota gengnya.
Sepulang sekolah Ayub merenung, memikirkan tentang pembicaraanya dengan anggota gengnya tadi siang di taman sekolah. Dia berfikir bagaimana caranya agar besok sewaktu ujian Nasional berlangsung dia dapat mengerjakannya dan dapat lulus dengan nilai yang memuaskan. Di kamar kosnya dia berfikir sambil membaca buku. Dan kebetulan dia sedang membaca buku tentang kata-kata mutiara. Dan dalam buku itu ia menemukan kata “jika kamu ingin pintar maka bergaullah seperti bergaul dengan seorang penjual parfum.
Ketika membaca itu dia langsung berfikir bahwa dia telah menemukan caranya bagaimana menjadi orang yang pintar. Setelah membaca kata-kata itu dia langsung mempraktikannya tanpa mmbaca penjelasannya terlebih dahulu. Kebeltulan dia mempunyai tetangga kamar kos yang berjualan parfum. Penjual parfum itu bernama khaidar. Khaidar adalah keturunan Arab. Parfum yang di jual juga parfum khas dari timur tengah. Hari demi hari pergaulan Ayub dengan khaidar bertambah semakin akrab. Hampir setiap khaidar pergi ayub pun ikut, seperti jualan ke pasar, ke kantin, dan lain-lain. Setelah sebulan dia mulai berusaha membuktikan apakah benar bergaul dengan seorang penjual parfum akan menjdi pintar. Pada hari Senin, hari setelah satu bulan pergaulannya dengan penjual parfum tibalah ulangan harian. Pada waku mengerjakan ulangan harian, Ayub merasa tidak dapat mengerjakan ulangan itu. Bakkan setelah hasil ulangan harian itu dibagikan dia mendapatkan hasil yang terjelek di kelasnya.
“Ayub, kok nilaimu terjelek dikelas, kenapa?” tanya Qomar guru Ayub.
“tidak bisa mengerjakannya, Pak.” Jawab Ayub.
“Kok tidak bisa mengerjakan, kan soalnya mudah. Temanmu saja banyak yang mendapat nilai bagus. Malas belajar ya.’ Sambung pak guru.
“Makannya kalau mau ulangan belajar dahulu, jangan malas. Apalagi beberapa bulan lagi anak-anak akan menghadapi Ujian Nasional. Jadi kalian harus rajin belajar , mengerti anak-anak.”Jelas Pak guru.
“Mengerti.” Sahut anak-anak hampir bersamaan.
Setelah pulang sekolah Ayub bertemu dengan Farhan. Farhan adalah murid yang terpandai di kelasnya.
“Farhan, kebetulan saya bertemu dengan kamu.” Kata Ayub.
“Ada apa sih, tidak biasanya kamu bertanya pada saya.” Sambung Farhan.
“Begini, saya kan ingin pintar, kebetulan pas saya baca buku kata-kata mutiara saya menemukan kata “jika kamu ingin pintar, maka bergaullah seperti bergaul dengan penjual parfum” setelah saya bergaul dengan penjual parfum, kemanapun penjual parfum itu pergi saya ikut tetapi setelah ulangan kok saya bukannya jadi pintar malah jadi sebaliknya, jadi siswa paling bodoh di kelas dengan mendapatkan nilai terjelek di kelas. Sebenanya kata-kata itu apa maksudnya sih?” tanya Ayub.
“Oh begitu. Jadi begini Ayub, maksud dari kata-kata itu yaitu jika kamu bergaul dengan penjual parfum, maka kamu akan berbau wangi parfum karena kamu berada di dekat penjual parfum yang parfum itu baunya wangi. Demikian juga jika kamu bergaul dengan orang pintar maka kamu akan ikut pintar, karena apabila bergaul dengan orang pintar maka kamu akan mengikuti pergaulan atau aktivitas orang pintar tersebut. Aktivitas orang pintar misalnya belajar, membaca buku, ke perpustakaan dan lain-lain. Jadi apabila kamu bergaul dengan orang pintar secara tidak langsung kamu akan ikut belajar, membaca buku, ikut ke perpustakaan, dan lain-lain. Sehingga apa bila kamu melakukan aktivitas tersebut, maka kamu akan menjadi pintar. Begitu maksudnya Ayub.”jelas Farhan.
“Oh begitu.” Sahut Ayub.
Setelah bertemu Farhan, Ayub menjadi bertambah akrab dengan Farhan dan teman-temannya. Sehingga Ayub jadi rajin belajar, baca buku, ke perpustakaan, pokoknya hampir segala kegiatan yang dilakukan oleh Farhan juga dilakukan oleh Ayub. Melihat Ayub demikian, anggota geng Ayub yang dahulu heran, kok Ayub menjadi rajin belajar, baca buku, ke perpustakaan, dan sering mendapatkan nilai bagus pada waktu ulangan.
“Hai Ayub, kok kamu jadi jarang kumpul sama kita-kita?” Tanya Iqbal anggota geng Ayub dahulu.
“Aku ingin lulus dengan nilai baik, jadi aku harus rajin.” Kata Ayub.
“oh begitu, kami boleh ikutankan belajar dengan kamu.” Kata Amar yang juga anggota geng Ayub dahulu.
“Boleh.” Kata Ayub.
Sekarang Ayub dan gengnya yang dahulu bertambah akrab kembali. Bahkan sekarang menjadi teman Farhan anak terpandai di kelas mereka.
Hari demi hari kegiatan geng Ayub bukan lagi geng yang hanya nongkrong-nongkrong di taman, bicara yang tidak karuan, tetapi sekarang berubah menjadi geng yang rajin ke perpustakaan, diskusi tentang mata pelajaran, dan hal-hal positif yang lain.
Dan pada waktu Ujian Nasional tiba, geng Ayub merasa mudah dalam mengerjakan Ujian Nasional tersebut. Setelah hasil Ujian Nasional diumumkan, Ayub terdaftar sebagai suswa juara dua disekolah setelah Farhan. Ini disebabkan pergaulannya selalu melakukan hal-hal positif yang mendukung keberhasilan pendidikannya. Ayub merasa puas. Dan dia setelah itu mendaftarkan diri di universitas yang merupakan satu almamater dengan kakaknya yaitu Universitas egeri Malang dengan mengambil jurusan kedokteran umum. Dan di universitas tersebut dia bergaul layaknya bergaul dengan seorang penjual parfum. Inspirasi dari kalimat tersebut tetap di pakai oleh Ayub di sepanjang hidupnya.

Minggu, 24 Januari 2010

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 2

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Mata Pelajaran : Baca Tulis Al-Qur’an
Satuan Pendidikan : MTs N Wonokromo Pleret Bantul Yogyakarta
Kelas/ Semester : VII / Ganjil
Pertemuan : Kedua
Waktu : 40 menit
Standar Kompetensi : Membaca sesuai dengan makhrojul huruf dan dapat menghafal Al-Qur’an

I. Kompetensi Dasar
a. Siswa mampu membaca huruf-huruf Arab berharakat fathah, kasrah, dan dhamah
b. Siswa mampu menyebutkan huruf-huruf Arab berangkai dengan beragam harakat
c. Siswa mampu melafalkan huruf-huruf Arab berangkai dengan harakat fatihah, kasrah, dhammah, dan sukun
II. Indikator
a. Siswa dapat membaca huruf-huruf Arab berharakat fathah, kasrah, dan dhamah
b. Siswa dapat menyebutkan huruf-huruf Arab berangkai dengan beragam harakat
c. Siswa dapat melafalkan huruf-huruf Arab berangkai dengan harakat fatihah, kasrah, dhammah, dan sukun
III. Materi pokok
Huruf-huruf hijaiah
Uraian materi
a. Huruf- huruf Arab berharakat fathah, kasrah, dan dhamah
b. Huruf-huruf Arab berangkai dengan beragam harakat
c. huruf-huruf Arab berangkai dengan harakat fatihah, kasrah, dhammah, dan sukun
IV. Metode Pembelajaran
reading aloud (membaca keras) dan praktek
V. Langkah-Langkah Pembelajaran
Pembelajaran ini menggunakan pendekatan 10 jam membaca Al-Qur’an, maka langkah yang digunakan sesuai dengan prinsip-prinsip yang ada dalam metode 10 jam membaca Al-Qur’an, dipadu dengan metode yang pas untuk siswa MTs kelas VII. Dalam kegiatan pembelajaran ini digunakan praktek dan reading a loud (membaca keras). Upaya ini dilakukan untuk menciptakan suatu belajar yang aktif sehingga siswa dapat meningkatkan kemampuan belajar membaca Al-Qur’an. Kegiatan pembelajaran ini terdiri dari beberapa langkah yaitu guru membacakan terlebih dahulu, kemudian diikuti oleh peserta didik setelah itu guru meminta siswa untuk membacakan yang baru saja dibaca bersama dengan guru.
VI. a. Kegiatan Awal
Ø salam
Ø berdo’a sebelum belajar
Ø mengabsen siswa
Ø apersepsi
Ø penyampaian tujuan pembelajaran
b. Kegiatan Inti
Dalam kegiatan pembelajaran ini proses pembelajaran menggunakan metode 10 jam belajar membaca Al-Qur’an. Pada kegiatan awal merupakan langkah pertama metode 10 jam belajar membaca Al-Qur’an. Langkah-langkahnya sebagai berikut; guru menjelaskan proses pembelajaran kemudian guru membacakan persubab setelah itu siswa diminta untuk mengikuti yaitu menirukan sambil melihat huruf yang ada di buku. Setelah itu siswa diminta untuk maju ke depan kelas, ditunjuk secara acak untuk membacakan huruf-huruf Arab yang berada di alat peraga yang mengandung materi pada siklus kedua. Siklus pada siklus kedua yaitu huruf-huruf arab berharakat fatihah, kasrah dan dhammah, huruf-huruf Arab berangkai dengan beragam harakat, dan huruf-huruf Arab berangkai dengan harakat fatihah, kasrah, dhammah, dan sukun
c. Kegiatan Akhir
Ø Meminta salah satu siswa untuk membacakan bacaan yang telah dibaca bersamaan dengan hal itu guru mengoreksi apakah bacaan siswa itu benar atau salah
Ø Memberikan waktu kepada guru untuk menanyakan bacaan yang belum paham
Ø Mengucapkan salam
VII. Penilaian
Penilaian dilihat sebagai bagian dari upaya untuk melihat peningkatan kemampuan dalam membaca Al-Qur’an dengan tes lisan dan praktek
VIII. Sumber / Alat
1. Sumber
Ø Muhammad Chirzin, 10 jam belajar membaca Al-Qur’an, (Yogyakarta : Oval)
Ø Muhammad Fathul Mubin dan Damanhuri, Tajwid Aplikatif,(Yogyakarta; Oval)
Ø Departemen Agama RI, Al-Qur’an dan Terjemahannya, (Bandung : CV PEBERBIT JUMANATU’AU-ART)
2. Alat : Spidol, White Board, dan Alat Peraga

rencana pelaksanaan pebelajaran ke 1.rtf

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


Mata Pelajaran : Baca Tulis Al-Qur’an
Satuan Pendidikan : MTs N Wonokromo Pleret Bantul Yogyakarta
Kelas/ Semester : VII / Ganjil
Pertemuan : Pertama
Waktu : 40 menit
Standar Kompetensi : Membaca sesuai dengan makhrojul huruf dan dapat menghafal Al-Qur’an

I. Kompetensi Dasar
a. Siswa membaca huruf Arab berharakat fatihah
b. Siswa menyebutkan tiga huruf Arab terpisah-pisah
c. Siswa melafalkan huruf Arab di awal, di tengah, dan di akhir
d. Siswa praktek membaca kata-kata terdiri dari tiga huruf berangkai
II. Indikator
a. Siswa dapat membaca huruf Arab berharakat fatihah
b. Siswa dapat menyebutkan tiga huruf Arab terpisah-pisah
c. Siswa dapat melafalkan huruf Arab di awal, di tengah, dan di akhir
d. Siswa dapat praktek membaca kata-kata terdiri dari tiga huruf berangkai
III. Materi Pokok
Huruf-huruf hijaiah
Uraian Materi
a. huruf Arab berharakat fatihah
b. tiga huruf Arab terpisah-pisah
c. huruf Arab di awal, di tengah, dan di akhir
d. kata-kata terdiri dari tiga huruf berangkai
IV. Metode Pembelajaran
reading aloud (membaca keras) dan praktek
V. Langkah-Langkah Pembelajaran
Pembelajaran ini menggunakan pendekatan 10 jam membaca Al-Qur’an, maka langkah yang digunakan sesuai dengan prinsip-prinsip yang ada dalam metode 10 jam belajar membaca Al-Qur’an dipadu dengan beberapa metode yang pas untuk siswa MTs kelas VII. Dalam kegiatan pembelajaran ini digunakan praktek dan reding a loud (membaca keras). Upaya ini dilakukan untuk menciptakan suasana belajar yang aktif sehingga siswa dapat meningkatkan kemampuan belajar membaca Al-Qur’an. Kegiatan pembelajaran ini terdiri dari beberapa langkah yaitu guru membacakan terlebih dahulu kemudian diikuti oleh peserta didik setelah itu guru meminta siswa untuk membacakan bacaan yang baru saja dibaca bersama dengan guru.
a. Kegiatan Awal
Ø Salam
Ø Berdo’a sebelum belajar
Ø Menyapa siswa
Ø Apersepsi
Ø Penyampaian tujuan pembelajaran
b. Kegiatan Inti
Dalam kegiatan ini proses pembelajaran menggunakan metode 10 jam belajar membaca al-Qur’an. Pada kegiatan awal merupakan langkah pertama 10 jam membaca Al-Qur’an. Langkah-langkahnya sebagai berikut : guru menjelaskan proses pembelajaran, kemudian guru membacakan per subbab. Setelah itu siswa diminta untuk mengikuti yaitu menirukan sambil melihat huruf yang ada di buku. Subbab pada jam pertama yaitu huruf Arab berharakat fathah, , gabungan huruf Arab terpisah-pisah, huruf Arab di awal, di tengah, dan di akhir, kata-kata terdiri dari tiga huruf berangkai
c. Kegiatan Akhir
Ø Meminta salah satu siswa untuk membacakan bacaan yang telah dibaca bersamaan dengan hal itu guru mengoreksi apakah bacaan siswa itu benar atau salah
Ø Memberikan waktu kepada guru untuk menanyakan bacaan yang belum paham
Ø Mengucapkan salam
VI. Penilaian
Penilaian dilihat sebagai bagian dari upaya untuk melihat peningkatan kemampuan dalam membaca Al-Qur’an dengan tes lisan dan praktek
VII. Sumber / Alat
1. Sumber
Ø Muhammad Chirzin, 10 jam belajar membaca Al-Qur’an, (Yogyakarta : Oval)
Ø Muhammad fathul mubin dan Damanhuri, Tajwid Aplikatif,(Yogyakarta; Oval)
Ø Departemen Agama RI, Al-Qur’an dan Terjemahannya, (Bandung : CV PEBERBIT JUMANATU’AU-ART)
2. Alat : Spidol, White Board, dan Alat Peraga

Olahan Data Penilaian Subjektif pada Siklus I.rtf

Olahan Data Penilaian Subjektif pada Siklus I
(Peneliti dan Ustadzah Pengampu)

NO INDIKATOR NILAI JUMLAH
Baik Cukup Kurang
1 Perhatian 9 4 2 15
60% 26.6% 13.3%
2 Antusias 5 9 1 15
33.3% 60% 6.6%
3 Ketaatan 12 2 1 15
80% 13.3% 6.6%
4 Membuat catatan 7 3 5 15
46.6% 20% 33.3%
5 Menjawab 8 4 3 15
53.3% 26.6% 30
Jumlah 41 22 12 75
Prosentase 54.6% 29.3% 16% 100%

Keterangan :
Nilai diambil berdasarkan pengamatan dengan member penilaian terhadap masing-masing santri dengan kualifikasi B = baik, C = cukup, K = kurang.
Data dalam Grafik


Hasil Olahan Angket Siklus Pertama

No. Soal INDIKATOR SS S BS TS JUMLAH
1 Perhatian 5 5 3 2 15
2 4 5 4 2 15
63.3% 23.3% 13.3%
3 Antusias 4 4 4 3 15
4 3 5 4 3 15
53.3% 26.6% 20%
5 Ketaatan 5 6 2 2 15
6 4 5 3 3 15
66.6% 16.6% 16.6%
7 Membuat catatan 6 5 3 1 15
8 7 4 2 2 15
73.3% 16.6% 10%
9 Menjawab 4 5 3 3 15
10 7 5 2 1 15
70% 16.6% 13.3%
Jumlah 49 49 30 22 150
Prosentase 32.6% 32.6% 20% 14.6% 100%
Tafsiran Motivasi 65.3% 20% 14.6%
Tinggi Sedang Rendah

Keterangan :
SS : Sangat senang
S : Senang
BS : Biasa Saja
TS : Tidak Senang

Data dalam Grafik



Olahan Data Penilaian Subjektif pada Siklus II
(Peneliti dan Ustadzah Pengampu)

NO INDIKATOR NILAI JUMLAH
Baik Cukup Kurang
1 Perhatian 12 2 1 15
80% 13.3% 0%
2 Antusias 8 6 1 15
53.3% 40% 6.6%
3 Ketaatan 13 2 0 15
86.6% 13.3% 0%
4 Membuat catatan 8 7 0 15
53.3% 46.6% 0%
5 Menjawab 11 3 1 15
73.3% 20% 6.6%
Jumlah 52 20 3 75
Prosentase 69.3% 26.6% 4% 100%

Keterangan :
Nilai diambil berdasarkan pengamatan dengan member penilaian terhadap masing-masing santri dengan kualifikasi B = baik, C = cukup, K = kurang.
Data dalam Grafik